Monday, March 22, 2010
LANDASAN TEORETIS
A. Pengertian Manajemen Pemasaran
1. Definisi Pemasaran
Istilah pemasaran dalam bahasa inggris dikenal dengan nama marketing. Kata marketing ini sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia dan diterjemahkan dengan istilah pemasaran. Pemasaran merupakan kegiatan memasaarkan barang dan jasa yang ada di dalam masyarakat dan perusahaan.
Pemasaran merupakan salah satu kegiatan didalam perekonomian yang meliputi segala macam usaha yang berhubungan dengan produksi dan konsumsi. Jadi pemasaran merupakan suatu factor yang penting dalam suatu kegiatan awal dan akhir dengan kebutuhan konsumen. Maka pengertian pemasaran itu sendiri menjadi sangat luas dan dinamis sifatnya, ini dikarenakan pemasaran adalah suatu usaha berpindahnya barang dari titik produsen ke titik konsumen.
Pemasaran bukan semata-mata mengenai jual dan beli saja, tetapi juga meliputi segala macam persiapan dan penyediaan dari segala sesuatu yang bersangkutan dengan berpindahnya barang dan jasa. Jadi pemasaran memiliki tugas memberikan saran di dalam kegiatan produksi mulai dari perencanaan hingga bertanggung jawab atas barang dan jasa setelah penjualan (pelayanan purna jual).
Dalam bukunya yang berjudul Manajemen Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kolompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan menukar produk yang bernilai satu sama lain (2002;9).
Sedangkan definisi menurut William J. Staton, pemasaran merupakan suatu sistwm keseluruhan kegiatan usaha yang ditunjukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, serta mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli (2000;6).
Tujuan pemasaran adalah untuk mengetahui dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk dan jasa itu cocok dengan pelanggan. Idealnya, pemasaran hendaknya menghasilkan seorang pelanggan yang siap untuk membeli. Semua yang dibutuhkan selanjutnya adalah menyediakan produk atau jasa itu.
2. konsep Pemasaran
konsep pemasaran menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasional yang ditetapkan adalah perusahaan tersebut harus menjadi lebih efektif dibandingkan dengan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang terpilih.
Theodore Levit dari universitas Harvard, Amerika Serikat, menggambarkan perbedaan pemikiran yang kontras antara konsep penjualan dengan pemaran:
Penjualan berfokus pada kebutuhan penjual; pemasaran berfokus pada kebutuhan pembeli. Penjualan memberi perhatian lebih kepada kebutuhan penjual untuk mengubah produknya menjadi uang tunai; pemasaran mempunyai gagasan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan lewat sarana-sarana produk dan keseluruhan kolompok barang yang dihubungkan dengan hal menciptakan, menyerahkan, dan akhirnya mengkonsumsinya.
B. Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran. McCarthy mengklasifikasikan alat-alat itu menjadi 4 kelompok yang luas yang disebut dengan 4 P dalam pemasaran: produk (product), harga (price), tempat (place), dan promosi (promotion).
Secara ringkas, masing-masing variable bauran pemasaran ini dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Produk
Produk merupakan titik sentral dari kegiatan pemasaran. Produk ini dapat berupa barang atau jasa yang memenuhi kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Produk adalah segala sesuatu (meliputi objek fisik, jasa, tempat, organisasi, gagasan, ataupun pribadi) yang ditawarkan kepada konsumen untuk dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan dan keinginan.
2. Harga
Harga adalah nilai pertukaran atas manfaat produk (bagi produsen maupun konsumen) yang dinyatakan dalam satuan moneter (rupiah,dollar, poundsterling, euro, dsb). Sehingga harga merupakan jumlah unag yang harus konsumen bayarkan untuk mendapatkan suatu produk.
Harga meliputi: daftar harga, rabat/diskon, potongan harga khusus, periode pembayaran, dan syarat kredit.
3. Tempat
Tempat atau saluran distribusi adalah saluran yang digunakan kegiatan pemasaran untuk memperlancar serta mempermudah penyampaian produk atau jasa dari produsen ke konsumen. Tempat atau saluran distribusi yang efektif akan memperlancar akses atau arus barang sehingga konsumen mendapat kemudahan dalam memperoleh barang atau jasa tersebut.
Tempat meliputi: saluran pemasaran, cakupan pasar, pengelompokan, lokasi, persediaan, dan transportasi.
4. Promosi
Promosi merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk memperkenalkan produk dan bertujuan agar konsumen tertarik untuk membelinya.
Promosi meliputi: promosi penjualan, periklanan, tenaga penjualan, kehumasan/public relation), dan pemasaran langsung.
C. Promosi
Dalam bukunya yang berjudul Manajemen Pemasaran, Philip Kotler menyebutkan bahwa promosi adalah salah satu alat marketing mix yang peranannya menyangkut mengadakan komunikasi terhadap konsumen yang sifatnya membujuk (2002;638).
Sedangkan menurut Fandy Tjitono dalam bukunya yang berjudul Strategi Pemasaran, mengatakan bahwa promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran (2001;21).
Total anggaran promosi yang telah disusun, kemudian dialokasikan untuk penggunaan alat promosi seperti iklan, promosi penjualan, penjualan langsung, kehumasan, dan tenaga penjualan. Dalam industri yang sama, tiap perusahaan mempunyai alokasi anggaran yang berbeda.
Karakteristik dari tiap alat-alat promosi:
• Iklan (advertising): presentasi untuk umum, dapat diserap dengan baik karena diulang beberapa kali, kesempatan yang lebih baik untuk memberikan ‘arti’ produk dengan mendramatisir cetakan, suara, warna, dan bertipe impersonality (hanya menolong, bukan dialog).
• Promosi penjualan : menyampaikan informasi lewat komunikasi, memberikan insentif untuk konsumen, dan mengajak atau mengundang konsumen untuk melakukan transaksi saat itu juga.
• Penjualan langsung : melalui surat langsung (telemarketing, electronic marketing,dll), no. publik atau hanya untuk orang tertentu saja, mengikuti kebiasaan konsumen, dan selalu up-to-date.
• Kehumasan : memiliki kepercayaan yang tinggi, mencapai prospek yang lebih baik dari iklan dan tenaga kerja penjual (offguard), dan ada efek dramatisasi.
• Tenaga penjual : paling efektif, terutama untuk membangun preferensi, memberi keyakinan dan tindakan konfrontasi secara personal, serta menanamkan kesan yang ada dalam di hati konsumen, sehingga ada respon langsung dari konsumen
D. Saluran Ditribusi
1. Definisi Saluran Distribusi
Dalam memasarkan produknya atau memasarkan produknya atau memasarkan produknya ke konsumen, produsen dapat melaksanakan dengan berbagai cara. Ada yang langsung tanpa menggunakan perantara, ada juga yang menggunakan lembaga perantara.
Philip Kotler dalam bukunya yang berjudul Manajemen Pemasaran menyebutkan bahwa perantara (middleman) merupakan perusahaan yang mengkhususkan pelaksanaan beraneka kegiatan atau jasa-jasa yang langsung berkaitan dengan pembelian dan atau penjualan barang dalam proses pemindahan dari produsen ke konsumen (2002;175).
Jadi kegiatan saluran distribusi dititikberatkan kepada lembaga penyalurnya untuk menyalurkan dan menyampaikan barang-barang atau jasa-jasa dari produsen ke konsumen. Jadi yang disebut penyalur misalnya agen, grosir, retailer, dan sebagainya.
2. Tipe-tipe Saluran Distribusi
• Saluran nol tingkat (zero-level channel)
Bentuk saluran distribusi ini merupakan saluran yang terpendek dalam perdagangan, yaitu dimana produsen secara langsung menjual produknya ke konsumen akhir.
Produsen Konsumen
• Saluran satu tingkat (one-level channel)
Bentuk ini menggunakan satu pedagang perantara untuk menyalurkan produknya, yaitu pengecer. Biasanya pengecer lebih mengetahui keinginan konsumen, karena sehari-harinya berhubungan dengan konsumen.
Produsen Pengencer Konsumen
• Saluran dua tingkat (two-level channel)
Bentuk saluran distribusi ini terdiri dari dua tingkat pedagang perantara, yaitu pedagang besar dan pedagang eceran dalam menyalurkan produknya ke konsumen.
Produsen Pedagang besar Pengecer Konsumen
• Saluran tiga tingkat
Bentuk saluran distribusi ini menyalurkan produknya dari produsen ke konsumen
Menggunakan tiga perantara, yaitu pedagang besar, jobber, pengecer dan konsumen. Dalam hal ini jobber membeli dari pedagang besar dan menjualnya kembali ke pengecer.
produsen pedagang besar Jobber pengecer Konsumen
3. faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Saluran Distribusi
a. Pertimbangan Pasar
Meliputi konsumen atau pasar Industri, jumlah pembeli potensial, konsentrasi pasar secara geografis, jumlah pesanan, dan kebiasaan dalam pesanan.
b. Pertimbangan Pasar
Meliputi nilai unit, besar dan berat barang, mudah rusaknya barang, nilai sifat teknis, barang standard an pesanan, dan luasnya garis produk.
c. Pertimbangan perusahaan
Meliputi sumber pembelanjaan, pengalaman, dan kemampuan manajemen, pengawasan saluran, dan pelayanan yang diberikan oleh penjual.
d. Pertimbangan perantara
Meliputi pelayanan yang diberikan oleh perantara,kegunaan perantara, sikap perantara terhadap kebijaksanaan produsen, dan ongkos transportasi.
E. Hubungan Promosi dan Saluran Distribusi Terhadap Peningkatan Penjualan
Kegiatan promosi yang dilakukan oleh perusahaan sangat mempengaruhi peningkatan penjualan, jika perusahaan tidak memfokuskan diri dalam mempromosikan produknya, maka tingkat penjualan yang diharapkan oleh perusahaan sangat sulit untuk dicapai. Namun jika perusahaan melaksanakan kegiatan promosi secara efektif dan tepat sasaran sehingga produk yang dipasarkan dapt segera mencapai konsumen, maka tingkat penjualan pun akan meningkat.
Setelah melakukan kegiatan promosi, langkah selanjutnya adalah menyampaikan produk tersebut kepada konsumen. Pemilihan saaluran distribusi yang tepat dapat meningkatkan penjualan sesuai dengan target yang diinginkan oleh perusahaan.
Maka dapat diambil kesimpulan bahwa kegiatan promosi dan pemilihan saluran distribusi erat kaitannya dalam usaha perusahaan meningkatkan penjualannya.
Sunday, March 14, 2010
Pengertian Permintaan dan Penawaran, Hukum & Faktor Yang Mempengaruhi
Pengertian Permintaan dan Penawaran, Hukum & Faktor Yang Mempengaruhi
Mon, 05/10/2009 - 12:05am — godam64
Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.
A. Pengertian/Arti Definisi Permintaan dan Penawaran
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.
Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.
B. Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran
Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)
1. Perilaku konsumen / selera konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.
3. Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
4. Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.
D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)
1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.
Thursday, February 11, 2010
Security Banking
Bank (cara pengucapan: [Bang]) adalah sebuah tempat di mana uang disimpan dan dipinjamkan.
Menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidur rakyat banyak.
Dari pengertian di atas dapat dijelaskan secara lebih luas lagi bahwa bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan.
Fungsi utama dari bank adalah menyediakan jasa menyangkut penyimpanan nilai dan perluasan kredit. Evolusi bank berawal dari awal tulisan, dan berlanjut sampai sekarang di mana bank sebagai institusi keuangan yang menyediakan jasa keuangan. Sekarang ini bank adalah institusi yang memegang lisensi bank. Lisensi bank diberikan oleh otoriter supervisi keuangan dan memberikan hak untuk melakukan jasa perbankan dasar, seperti menerima tabungan dan memberikan pinjaman.
Kata bank berasal dari bahasa Italia banca atau uang. Biasanya bank menghasilkan untung dari biaya transaksi atas jasa yang diberikan dan bunga dari pinjaman.
Tujuan jasa perbankan
Jasa bank sangat penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Jasa perbankan pada umumnya terbagi atas dua tujuan. Pertama, sebagai penyedia mekanisme dan alat pembayaran yang efesien bagi nasabah. Untuk ini, bank menyediakan uang tunai, tabungan, dan kartu kredit. Ini adalah peran bank yang paling penting dalam kehidupan ekonomi. Tanpa adanya penyediaan alat pembayaran yang efesien ini, maka barang hanya dapat diperdagangkan dengan cara barter yang memakan waktu.
Kedua, dengan menerima tabungan dari nasabah dan meminjamkannya kepada pihak yang membutuhkan dana, berarti bank meningkatkan arus dana untuk investasi dan pemanfaatan yang lebih produktif. Bila peran ini berjalan dengan baik, ekonomi suatu negara akan menngkat. Tanpa adanya arus dana ini, uang hanya berdiam di saku seseorang, orang tidak dapat memperoleh pinjaman dan bisnis tidak dapat dibangun karena mereka tidak memiliki dana pinjaman.
Saat ini media massa sedang disibukkan dengan berbagai berita yang mencenangkan, karena munculnya pemberitaan tentang perbankkan Indonesia yang memprihatinkan. Mulai dari kasus bank Century hingga pengamanan pada ATM. Kasus bank Century yang berlarut-larut hingga membuat publik binggung dan bertanya-tanya tak kunjung usai sampai sekarang. Kasus ini sampai melibatkan para prtinggi negeri mulai dari petinggi bank Indonesia, Menteri Keuangan dan Wakil Presiden kita. Sebelum usai masalah ini, muncul pembobolan ATM dengan modus peng-copy-an PIN melalui kamera yang terpasang didekat mesin ATM. Hal ini tentu saja merugikan para nasabah bank yang uangnya dikuras oleh orang yang tidak betanggungjawab.
Masalah pembobolan kartu ATM ini pun mendapat sorotan langsung dari Gubernur BI. Saat wawancaranya dengan Metro TV, beliau mengatakan bahwa “Sales regulatory office setiap bank diminta membenahi sistem pengamanan masing-masing. Mereka harus menerapkan sistem micro chip pada setiap kartu debet. Menurut Darmin, penggunaan micro chip seharusnya tak cuma dipasang pada kartu kredit. Tapi juga dipasang pada kartu debet. Penggunaan micro chip dapat melindungi pemilik kartu dari pembobolan rekening karena tidak gampang dipalsukan. Sejauh ini BI tetap mempercayakan penggunaan micro chip pada setiap kartu debet pada bank, tidak melalui peraturan Bank Sentral. Tapi, tambah Darmin, bila masih terjadi pembobolan BI tak akan segan-segan mengambil alih penerapan micro chip“.
Berdasarkan laporan dari perbankan ke Bank Indonesia, modus operandi yang dilakukan adalah skimming data yaitu pencurian data nasabah yang tersimpan di dalam kartu dan pencurian/pengintipan PIN di mesin ATM melalui kamera yang dipasang oleh pelaku. Dalam hal ini, bank sudah melakukan investigasi mengenai modus operandi, potensial data yang dicuri/dicopy, mitigasi resiko terhadap data yang kemungkinan sudah dicuri, dan bank sudah melaporkan kepada pihak kepolisian untuk investigasi lebih lanjut. Cara yang dapat dilakukan dalam pencegahan skimming ATM, nasabah dihimbau untuk mengganti PIN secara berkala sebagaimana telah diingatkan oleh pihak bank selama ini. Melindungi kerahasiaan PIN antara lain,
1. Menutup dengan tangan ketika memasukkan PIN sehingga PIN tidak dilihat oleh pihak lain,
2. Tidak terpancing memberikan PIN kepada pihak lain yang seolah-olah merupakan petugas bank dan meminta nasabah untuk menyebutkan atau menginput nomor PIN,
3. Memperhatikan kondisi fisik ATM dan sekililingnya dan apabila ada hal-hal yang mencurigakan, nasabah diharapkan tidak menggunakan ATM tersebut dan segera melaporkan kepada pihak bank terdekat dan atau kepada pihak berwajib.
4. Pada saat bertransaksi menggunakan kartu ATM / Debit pada merchant / toko yang bekerja sama dengan pihak perbankan, diharapkan nasabah memperhatikan kondisi alat EDC (Electronic Data Capture) pada setiap merchant tersebut, bila terdapat alat (device) mencurigakan yang menempel pada EDC atau hal lain yang mencurigakan, nasabah dihimbau tidak bertransaksi dan segera melaporkan kepada pihak bank terdekat atau kepada pihak berwajib.
Bank Indonesia telah menghimbau bank untuk tetap memperhatikan prinsip perlindungan nasabah. Dalam hal ini, apabila nasabah merasa terdapat transaksi yang mencurigakan pada rekeningnya, dapat segera menghubungi bank di mana nasabah membuka rekening. Bank akan melakukan investigasi terhadap laporan yang masuk berdasarkan bukti-bukti yang ada sesuai dengan aturan/prosedur yang ada, jika nasabah ada yang mengalami masalah tersebut. Bank Indonesia sudah berkordinasi dengan bank untuk menginvestigasi masalah, mengidentifikasi resiko dan merumuskan langkah-langkah yang segera dapat dilakukan dalam jangka pendek dan menengah. Bank Indonesia sudah mengingatkan bank dan akan memonitor upaya yang dilakukan bank untuk mengatasi hal ini dan melindungi nasabah. Bank Indonesia mendorong perbankan untuk segera mengimplementasikan penggunaan teknologi chip pada kartu dan mesin ATM/Debet, sehingga dapat meningkatkan keamanan dan mengurangi resiko skimming data (pencurian data nasabah).
Bareskrim dan Otoritas Perbankan Akan Bahas Sistem Pengamanan ATM
[Jumat, 22 January 2010]
Kembali maraknya pembobolan dana nasabah, membuat otoritas perbankan harus memperbaharui sistem pengamanan. Salah satunya dengan dengan pemindaian sidik jari.
Setelah beberapa waktu lalu, sekitar enam belas nasabah Bank Central Asia (BCA), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Permata, Bank Internasional Indonesia (BII), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) melaporkan raibnya uang dalam rekening mereka secara tiba-tiba. Kini, ada dua pelapor lagi di wilayah Jakarta melaporkan hal yang sama. Kali ini jumlah kerugiannya lebih besar. Apabila sebelumnya hanya sekitar Rp1 juta sampai Rp5 juta, sekarang jumlah kerugian ditaksir sampai Rp70 juta.
Hal ini disampaikan Kabareskrim Ito Sumardi di Mabes Polri, kemarin (21/1) di Mabes Polri. Dari salah satu nasabah yang melapor itu, diakuinya jenderal bintang tiga ini sebagai teman. ”Hari ini saya sudah terima beberapa laporan dari Jakarta. Sudah ada di Jakarta, (salah satunya teman saya) lapor langsung ke saya Rp70 juta. Beberapa kali dibobol, alamatnya di Seminyak, Bali,” katanya.
Entah kebetulan atau tidak, pembobolan yang dilaporkan keenam belas nasabah sebelumnya juga dilakukan di Bali. Dan ini sudah dilaporkan para nasabah ke Poltabes Denpasar, Bali, sejak 16 sampai 19 Januari lalu. Untuk menindaklanjuti laporan-laporan ini, Poltabes sudah melakukan pengusutan. Yang mana, juga di-back up oleh tim dari Direktorat II Ekonomi Khusus (Eksus) Bareskrim Mabes Polri.
Tim yang diberangkatkan ke Bali, sampai saat ini masih melakukan penyelidikan modus dan pelaku pembobolan. Namun, atas hasil penelusuran sementara, penarikan uang nasabah selalu dilakukan di Bali. Selain lokasi penarikan, modus pembobolan terdeteksi sama dengan kasus pembobolan sebelumnya yang melibatkan orang asing (Rusia). Yakni, melalui pencurian data kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) melalui proses skimming/taping dan pengintipan PIN oleh pihak yang tidak berhak. Untuk itu, Ito mengatakan pihaknya akan kembali membuka file-file lama terkait kasus pembobolan dana nasabah.
Modus seperti ini diamini pula Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi A Johansyah dalam siaran persnya. Dari hasil koordinasi dan penyelidikan awal yang dilakukan oleh pihak Kepolisian, kata Difi, memang modus pembobolan dilakukan melalui proses skimming/taping dan pengintipan PIN oleh pihak yang tidak berhak. Oleh sebab itu, BI meminta pihak bank melakukan langkah pengamanan, evaluasi, dan pendeteksian seluruh mesin ATM termasuk mesin EDC (Electronic Data Capture). Yang terdapat di berbagai lokasi dan merchant untuk memastikan tidak adanya penyalahgunaan atas mesin-mesin tersebut. Selain melakukan langkah pengamanan, BI juga sudah mengantongi komitmen pihak bank mengganti kerugian nasabah sesuai dengan besarnya simpanan nasabah yang hilang.
Langkah pengamanan ini harus dilakukan sesegera mungkin, karena sistem pengamanan ATM yang dimiliki bank-bank itu ternyata memiliki sejumlah kelemahan. Yang menurut Ito, dapat dimanfaat pihak-pihak tertentu untuk melakukan pembobolan. Maka dari itu, dalam waktu dekat Bareskrim bersama otoritas perbankan akan melakukan pembahasan tentang sistem pengamanan ATM yang baru.
”Kita perlu bicarakan dengan pihak perbankan untuk menyampaikan kelemahan-kelemahan dalam sistem, yang memungkinkan ini dimanfaatkan untuk membobol ATM. Sehingga, ke depan, dalam waktu dekat kita akan undang otoritas perbankan untuk memuat suatu sistem pengamanan”. ”Mungkin dengan pemindaian sidik jari untuk aksesnya. Sehingga tidak ada lagi yang dititipkan PIN-nya. (Atau hal lain) Yang akan merugikan kita (nasabah),” imbuhnya.
Mengenai modus dan pelaku pembobolan, mantan Kapolda Riau ini mengaku kepolisian masih melakukan pengembangan. Karena, ternyata modus operandinya tidak hanya melalui skimming/taping, ”tapi juga dengan memasang alat yang bisa menyerap PIN. Bisa keluar setelah orang pakai PIN. Dia (pelaku) bisa saja pura-pura antre di belakangnya”.
Dengan berbagai kemungkinan ini, Ito belum dapat melansir, apakah berasal dari orang luar bank, orang dalam bank, ataupun orang luar yang bekerja sama dengan oknum bank. ”Dari modusnya, kita sudah mendapatkan. Baru nanti dikembangkan kepada pelakunya. Ini masih dalam proses penyelidikan. (Untuk penyidikan) kasih kami waktu. Kami ini penyelesaian kasus ini secepat-cepatnya. Kami perkirakan orangnya masih di sana. Beri kami kesempatan,” tuturnya.
Oleh karena itu, semua pihak harus berkordinasi dengan baik termasuk para nasabah agar tercipta keamanan dalam penggunaan transaksi melalui lesin ATM. Selain itu, pengaman perbankkan harus diperbaiki secara optimal dan disignifikan agar tidak terulang lagi kejadian yang sama dan dapat merugikan berbagai pihak terutama nasabah bank tersebut. Dengan peningkatan pengamanan perbankkan disemua bidang secara optimal, baik dan tepat serta sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku akan membuat semua pihak terkait terutama masyarakat akan lebih merasa aman dalam penggunaan jasa bank terutama mesin transakssi ATM.
* Sumber Wacana
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Bank
2. http://www.bi.go.id/biweb/Templates/Postings/Publikasi_ID.aspx?NRMODE=Published&NRORIGINALURL=%2Fweb%2Fid%2FRuang%2BMedia%2FBerita%2FQA_penggunaan_atm_210110.htm&NRNODEGUID={98050311-41A0-46D4-A7CA-55F1B62417C6}&NRCACHEHINT=Guest
3. http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2010/01/22/98264/Perbankan-Diminta-Membenahi-Sistem-Pengamanan
Diposkan oleh make our earth green di 21:56
Monday, December 21, 2009
HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN, ORGANISASI, dan TATA KERJA
A. Pengenalan Terhadap Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja
Pengertian manajemen adalah proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.
Istilah organisasi dapat diartikan sebagai :
Wadah sekelompok manusia untuk saling bekerja sama
Proses : pengelompokan manusia dalam suatu kerja sama yang efisien
Sedangkan istilah metode tersebut berarti suatu tata kerja yang dapat mencapai
tujuan secara efisien.
Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah :
Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan
segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.
Sedangkan, tata kerja merupakan cara untuk melaksanakan kegiatan itu dengan benar dan berhasil sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia guna mencapai tingkat efisiensi yang maksimal.
B. Hubungan Timbal Balik antara Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja
- Manajemen dan Organisasi
Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbale balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain.
Untuk dapat mencapai tujuan terasebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungssional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi.
- Manajemen dan Tata Kerja
Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.
Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :
a) Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
b) Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
c) Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
Jadi hubungan antara manajemen dan tat kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini :
Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai factor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.
Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
- Manajemen, Organisasi, dan Tata Kerja
Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :
a) Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia.
b) Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerja sama.
c) Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.
Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan.
BAB II
PROSES ORGANISASI
(Fungsi Organisasi dan Metode Proses Organisasi)
A. PROSES MEMPENGARUHI (wewenang dan kekuasaan)
Suatu proses adalah setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh manajemen untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Sedangkan pengaruh menurut Scott dan Mitchell merupakan suatu transaksi social dimana seorang atau kelompok orang digerakkan oleh seseorang atau kelompok orang yang lain untuk melakukan kegiatan yang sesuai dengan harapan mereka yang mempengaruhi. Dalam hal ini suatu pengaruh sangat berhubungan dengan kekuasaan dan wewenang. Yang dimaksud dengan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempunyai pengaruh, sedangkan wewenang merupakan salah satu tipe dari kekuasaan.
Dalam proses mempengaruhi mencakup tiga unsure yaitu :
1. Orang yang mempengaruhi (O).
2. Metoda mempengaruhi (à).
3. Orang yang dipengaruhi (P).
Secara singkat proses mempengaruhi dapat digambarkan sebagai berikut :
O à P
Metoda-metoda mempengaruhi tersebut, dilakukan dalam banyak konteks, hal ini benar terutama bila didasarkan pada kenyataan bahwa O dan P dapat ditafsirkan sebagai kelompok maupun individual. Oleh karena itu, daerah pengaruh mencakup hubungan-hubungan berikut :
1. Antara perseorangan
2. Kelompok dengan seseorang
3. Kelompok dengan kelompok
4. Seseorang dengan kelompok.
Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk membahas hubungan-hubungan antara kekuasaan dan pengaruh terutama dalam konteks organisasional.
1. Pendekatan French dan raven
Pendekatan ini mendefinisikan kekuasaan berdasarkan pada pengaruh,dan pengaruh berdasarkan pada perubahan psikholog. Pengaruh adalah pengendalian yang dilakukan oleh seseorang dalam organisasi terhadap orang lain, sedang kekuasaan merupakan pengaruh laten. French dan rovenmengidentifikasikan lima sumber atau basis kekuasaan yaitu :
a) Kekuasaan balas jasa (reward power)
b) Kekuasaan paksaan (coercive power)
c) Kekuasaan sah (legimate power)
d) Kekuasaan ahli (expert power)
e) Kekuasaan panutan (referent power)
2. Analisis Etzioni
Kalau French dan Roven memberlakukan kekuasaan dan pengaruh sebagai elemen-elemen laten dan aktif proses yang sama, sedang Etzioni lebih mencurahkan perhatian pada apa yang dilakukan oleh seseorang untuk orang lain baik suka maupun tidak.
3. Analisa Nizbet
Memandang kekuasaan sebagai antitesa wewenang, dan kekusaan dilain pihak merupakan paksaan atau usaha untuk mendominasi orang lain agar berperilaku dengan cara-cara tertentu tanpa mempengaruhi system referensi.
B. PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pengambilan keputusan secara universal didefinisikan sebagai pemilihan diantara berbagai alternative yang mencakup baik pembuatan pilihan maupun pemecahan masalah. Proses pengambilan keputusan berkaitan erat dengan semua funsi-fungsi manajemen tradisional.
Dalam pembahasan aspek-aspek teori organisasi dan manajemen modern, pormulaan analisis proses pengambilan keputusan dapat ditelusuri pada Chester Barnard dalam bukunya The Function of the Executive.
Pengambilan keputusan sebagai bagian kunci kegiatan manajer, merupakan proses melalui mana serangkaian kegiatan dipilih. Proses pengambilan keputusan mencakup beberapa langkah. Berikut akan dibahas beberapa pendapat para ahli tentang langkah-langkah tersebut :
a. Menurut Hebert A. Simon, proses pengambilan keputusan pada hakekatnya terdiri atas tiga langkah utama yaitu :
· Kegiatan inteljen à merupakan langkah awal menyangkut pencarian berbagai kondisi lingkungan yang diperlukan bagi keputusan.
· Kegiatan desain à tahap kedua yaitu pembuatan, pengembangan, dan penganalisaan berbagai rangkaian kegiatan yang mungkin dilakukan.
· Kegiatan pemilihan à tahap ketiga adalah pemilihan serangkaian kegiatan tertentu dari alternative-alternatif yang tersedia.
b. Menurut Newman, Summer, dan Waren
Memerinci langkah desain dan mengidentifikasikan menjadi empat tahap yaitu :
· Pembuatan suatu diagnosis
· Penemuan penyelesaian-penyelesaian alternative
· Pemilihan rencana yang diambil
c. Menurut Scott dan Mitchell
Proses pengambilan keputusan meliputi :
· Proses pencarian / penemuan tujuan
· Formulasi
· Pemilihan alternative atau strategi untuk mencapai tujuan
· Mengevaluasi hasil-hasil
d. Menurut Elbing
Perumusan masalah Disekuelibrium
Proses pengambilan keputusan meliputi lima langkah berikut :
Proses diagnosik

![]()
![]()
![]()
![]()
Umpan balik
Model-model pengambilan keputusan :
§ Relationalitas Keputusan
§ Model-model perilaku pengambilan keputusan
Teknik Pengambilan Keputusan :
§ Teknik-Teknik Kreatif : Brainstorming&Synectics
§ Teknik-Teknik Partisipatif
§ Teknik-Teknik pengambilan keputusan modern : Teknik Delphi, Teknik Kelompok Nominal