Sunday, November 7, 2010

Obyek Wisata Ujung Genteng

Obyek Wisata Ujung Genteng
May - 18 | By: admin | no comments.

Ujung Genteng merupakan daerah pesisir pantai selatan Jawa Barat yang terletak di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi dengan jarak tempuh sekitar 220 kilometer dari Ibu Kota Jakarta atau 230 kilometer dari Kota Bandung. Waktu tempuhnya sekitar enam atau tujuh jam perjalanan bermobil. Selain jalannya cukup mulus juga terdapat beberapa jalur alternatif serta sarana angkutan umum yang memadai menuju tempat tujuan.
Pantai Ujung Genteng memiliki karakteristik umumnya pantai selatan Pulau Jawa yang terkenal bersih airnya dan ombaknya yang besar. Walaupun demikian, pantai ini jauh berbeda jika dibandingkan dengan pantai Pelabuhan Ratu yang terkenal rawan dan sering merenggut korban jiwa karena ombaknya yang ganas. Walaupun pantai Ujung Genteng menghadap bebas ke Samudera Hindia, namun ombaknya yang besar tak membahayakan pelancong yang gemar bermain-main di laut. Ombak besar dari tengah samudera lebih dulu pecah berserak lantaran terhalang gugusan karang laut di depan bibir pantai, sehingga kita dapat menikmati alam dengan pantai yang indah, aman, dan nyaman. Anak-anak boleh berenang di laut sepuasnya dan memungkinkan memandang sekumpulan ikan berwarna-warni di sela-sela batu karang, menandakan betapa alaminya lingkungan Ujung Genteng.
Di daerah Ujung Genteng sendiri terdapat banyak tempat menarik, seperti melihat langsung penyu hijau (Chelonia Mydas) di pantai Pangumbahan. Ada juga lokasi di mana Anda bisa berselancar di atas ombak yang cukup menantang yang terkenal dengan sebutan ”ombak tujuh”. Lokasi ini merupakan kawasan favorit bagi wisatawan mancanegara untuk olahraga selancar. Sebutan ombak tujuh menurut penduduk karena ombaknya selalu berurutan tujuh ombak dan selalu besar-besar. Untuk yang suka memancing, di Ujung Genteng merupakan tempat yang cocok di mana ikannya cukup banyak dan bervariasi.
Disamping objek wisata alam, Ujunggenteng juga memiliki objek wisata dalam bentuk proses pembuatan gula kelapa oleh masyarakat setempat. Pembuatannya sederhana sekali yakni dengan memanfaatkan perkebunan kelapa luas, para penduduk memasang bokor untuk menampung cairan dari kembang kelapa lalu di kumpulkan dan dimasak dikuali lalu dicetak dengan potongan bambu yang ukurannya lebih besar dari ukuran gula kelapa yang ada di pasaran.

Save The Sea Turtles
Jul - 11 | By: admin | no comments.

Penyu adalah satwa yang tetap bertahan hidup semenjak 100 juta tahun yang lalu pada jaman cretaceous dan tetap lestari hingga sekarang. Namun dalam 50 tahun terakhir ini populasi penyu di alam terus menurun dengan drastis dan di khawatirkan akan punah jika tidak ada upaya untuk melestarikannya. Pertumbuhan penyu sangatlah lambat, mereka berusia dewasa untuk kawin dn bertelur rata-rata pada umur 30 tahun. Musuh alami penyu sangatlah banyak. Ketika mereka bertelur di pantai, sering kali telur-telur tersebut menjadi santapan anjing, babi dan juga manusia. Di laut anak penyu yang disebut Tukik, juga menghadapi ancaman dari pemangsa seperti ikan-ikan besar, kepiting, dan burung. Menurut penelitian para ahli bahwa dari 1.000 ekor tukik, hanya 1 ekor tukik yang mampubertahan hidup hingga dewasa! Wheww…
Selain musuh alami, kini ancaman utama bagi kelangsungan hidup penyu adalah kegiatan manusia. Pantai-pantai yang semula menjadi tempat bertelurnya penyu, kini berubah menjadi hotel, restauran dan kawasan wisata, hal ini di perparah dengan masih tingginya perdagangan penyu dan bagian-bagiannya di beberapa daerah seperti Bali, Jawa Barat, Kalimantan, dan Sulawesi. Di Bali penyu hijau diperdagangkan terutama untuk diambil dagingnya, setiap tahunnya ada ribuan penyu didatangkan untuk diperdagangkan ke Bali. Penyu-penyu tersebut didatangkan dari Pulau Aru, Kalimantan, Flores, Madura dan Jawa. Bagian tubuh penyu lainnya seperti karapas penyu sisik banyak digunakan sebagai bahan cindramata, demikian juga telur penyu juga banyak diperdagangkan untuk di konsumsi.
Disini ada beberapa pertanyaan, yaitu:
Apakah penyu berguna???
Ya! Mengapa? Karena…
1. Untuk menandakan bahwa daerah tersebut masih bebas polusi (karena penyu bernafas dengan paru-paru).
2. Memberi makan ikan/biota laut sekitar dengan sisa metabolisme penyu tersebut.
3. Melindungi ikan/biota laut kecil dari predator tingkat tinggi (hiu, dll).
4. Memindahkan unsur hara dari tempat subur ketempat lain pada saat bermigrasi, sehingga daerah yang dilewatinya menjadi subur.
5. Melindungi penyu juga berarti harus merawat dan melindungi pantai dan perairan laut tempat hidup penyu. Pada akhirnya manusia juga yang akan diuntungkan.
Jika Penyu punah??
1. Merupakan indikasi perairan tersebut sudah terpolusi/berkurang kesuburannya.
2. Secara tidak langsung mengurangi stok ikan di daerah tersebut.
3. Merupakan indikasi rusaknya pantai peteluran penyu yang pada akhirnya merugikan manusia.
Apakah penyu telah dilindungi?
Karena terancam punah, maka seua jenis penyu sudah dilindungi secara nasional dan internasional:
1. Appendix I CITES (Convention on International Trade of Endangered Species of Flora and Fauna) yang berarti perdagangan penyu dilarang International.
2. Peraturan Pemerintah no. 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa.
3. Undang-undang no. 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya hayati. Dengan ancaman hukuman bagi yang melanggarnya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
Lalu apa yang dapat anda Lakukan?
1. Tidak membeli dan mengkonsumsi daging dan telur penyu untuk kepentingan komersil atau apapun.
2. Tidk membeli produk-produk yang terbuat dari bagian-bagian penyu.
3. Tidak mengganggu penyu yang sedang bertelur.
4. Tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik, khususnya di daerah pantai.
5. Tidak melakukan pembangunan besar di sekitar pantai-pantai peneluran penyu.
6. Melaporkan pelanggaran-pelanggaran diatas kepada yang berwajib atau dapat menginformasikan kepada LSM yang bergerak dalam perlindungan satwa / email : nookie_holmes@yahoo.com
Save Our Planet!
Salam
Sumber: ProFauna Indonesia

Monday, November 1, 2010

ejaan kata-kata baku

Dalam kehidupan sehari-hari terkadang tanpa disadari kita menggunakan kata-kata yang salah alias tidak sesuai dengan ejaan dalam Bahasa Indonesia. Salah satu atau dua ejaan kata dalam tulisan kita mungkin sah-sah saja bagi umum, namun tidak halnya bagi dosen atau guru bahasa indonesia. Ejaan yang baku sangat penting untuk dikuasai dan digunakan ketika membuat suatu karya tulis ilmiah.

Sebenarnya apa sih definisi atau pengertian ejaan baku dan ejaan tidak baku? Ejaan baku adalah adalah ejaan yang benar, sedangkan ejaan tidak baku adalah ejaan yang tidak benar atau ejaan salah.

Bagaimana untuk mengetahui bahwa kata pada kalimat yang kita tulis tidak menyalahi aturan ejaan baku dan ejaan tidak baku? Cukup dengan membuka buku kamus bahasa indonesia yang terkenal baik yang dikarang oleh yang baik pula sebagai referensi. Contoh Kamus Besar Bahasa Indonesia karangan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Contoh ejaan baku dan ejaan tidak baku, di mana yang sebelah kiri adalah salah dan yang sebelah kanan adalah betul :
- apotik : apotek
- atlit : atlet
- azas : asas
- azasi : asasi
- bis : bus
- do'a : doa
- duren : durian
- gubug : gubuk
- hadist : hadis
- ijin : izin
- imajinasi : imaginasi
- insyaf : insaf
- jaman : zaman
- kalo : kalau
- karir : karier
- kongkrit : konkret
- nomer : nomor
- obyek : objek
- ramadhan : ramadan
- rame : ramai
- rapor : rapot
- sentausa : sentosa
- trotoar : trotoir

Ekstra ilmu pengetahuan ejaan yang disempurnakan / eyd :
- kreatifitas : kreativitas
- kreativ : kreatif
- aktifitas : aktivitas
- aktiv : aktif
- sportifitas : sportivitas
- sportiv : sportif
- produktifitas : produktivitas
- produktiv : produktif

Thursday, October 14, 2010

Robot Rumah Tangga

ROBOT RUMAH TANGGA

Sekarang ini peran robot sangat dibutuhkan oleh ibu rumah tangga karena fungsi robot itu bsa membantu para ibu-ibu untuk mengerjakan sesuatu seperti nyuci,mengepel,dll.makanya saya ingin membuat robot tersebut supaya tugas para ibu rumah tangga menjadi ringan dan tidak terlalu capek.
Saya akan membuat rekonstruksi rangkaian-rangkaian apa saja yang akan digunakan.dan robot tersebut harus memiliki sensor-sensor supaya apa yang harus dikerjakan siroot tersebut tidak berantakan dan tidak mengecewakan para ibu-ibu.
Robot ini harus dilengkapi dengan adanya kamera dan alat kecanggihan lainnya supaya robot tersebut berjalan dengan baik. Dan tentu saja robot ini harus tahan dengan apa yang akan dikerjakan seperti air supaya tidak konslet dll.
Robot ini harus bisa bekerja dengan semaksimal mungkin dan tidak kelelahan dan jangan seperti manusia yang gampang lelah.

Monday, October 4, 2010

CERITA PERADILAN RAKYAT

Peradilan Rakyat

Cerpen Putu Wijaya
Seorang pengacara muda yang cemerlang mengunjungi ayahnya, seorang pengacara senior yang sangat dihormati oleh para penegak hukum.

"Tapi aku datang tidak sebagai putramu," kata pengacara muda itu, "aku datang ke mari sebagai seorang pengacara muda yang ingin menegakkan keadilan di negeri yang sedang kacau ini."

Pengacara tua yang bercambang dan jenggot memutih itu, tidak terkejut. Ia menatap putranya dari kursi rodanya, lalu menjawab dengan suara yang tenang dan agung.

"Apa yang ingin kamu tentang, anak muda?"
Pengacara muda tertegun. "Ayahanda bertanya kepadaku?"
"Ya, kepada kamu, bukan sebagai putraku, tetapi kamu sebagai ujung
tombak pencarian keadilan di negeri yang sedang dicabik-cabik korupsi ini."
Pengacara muda itu tersenyum.
"Baik, kalau begitu, Anda mengerti maksudku."

"Tentu saja. Aku juga pernah muda seperti kamu. Dan aku juga berani, kalau perlu kurang ajar. Aku pisahkan antara urusan keluarga dan kepentingan pribadi dengan perjuangan penegakan keadilan. Tidak seperti para pengacara sekarang yang kebanyakan berdagang. Bahkan tidak seperti para elit dan cendekiawan yang cemerlang ketika masih di luar kekuasaan, namun menjadi lebih buas dan keji ketika memperoleh kesempatan untuk menginjak-injak keadilan dan kebenaran yang dulu diberhalakannya. Kamu pasti tidak terlalu jauh dari keadaanku waktu masih muda. Kamu sudah membaca riwayat hidupku yang belum lama ini ditulis di sebuah kampus di luar negeri bukan? Mereka menyebutku Singa Lapar. Aku memang tidak pernah berhenti memburu pencuri-pencuri keadilan yang bersarang di lembaga-lembaga tinggi dan gedung-gedung bertingkat. Merekalah yang sudah membuat kejahatan menjadi budaya di negeri ini. Kamu bisa banyak belajar dari buku itu."

Pengacara muda itu tersenyum. Ia mengangkat dagunya, mencoba memandang pejuang keadilan yang kini seperti macan ompong itu, meskipun sisa-sisa keperkasaannya masih terasa.

"Aku tidak datang untuk menentang atau memuji Anda. Anda dengan seluruh sejarah Anda memang terlalu besar untuk dibicarakan. Meskipun bukan bebas dari kritik. Aku punya sederetan koreksi terhadap kebijakan-kebijakan yang sudah Anda lakukan. Dan aku terlalu kecil untuk menentang bahkan juga terlalu tak pantas untuk memujimu. Anda sudah tidak memerlukan cercaan atau pujian lagi. Karena kau bukan hanya penegak keadilan yang bersih, kau yang selalu berhasil dan sempurna, tetapi kau juga adalah keadilan itu sendiri."

Pengacara tua itu meringis.
"Aku suka kau menyebut dirimu aku dan memanggilku kau. Berarti kita bisa bicara sungguh-sungguh sebagai profesional, Pemburu Keadilan."
"Itu semua juga tidak lepas dari hasil gemblenganmu yang tidak kenal ampun!"
Pengacara tua itu tertawa.
"Kau sudah mulai lagi dengan puji-pujianmu!" potong pengacara tua.
Pengacara muda terkejut. Ia tersadar pada kekeliruannya lalu minta maaf.

"Tidak apa. Jangan surut. Katakan saja apa yang hendak kamu katakan," sambung pengacara tua menenangkan, sembari mengangkat tangan, menikmati juga pujian itu, "jangan membatasi dirimu sendiri. Jangan membunuh diri dengan diskripsi-diskripsi yang akan menjebak kamu ke dalam doktrin-doktrin beku, mengalir sajalah sewajarnya bagaikan mata air, bagai suara alam, karena kamu sangat diperlukan oleh bangsamu ini."

Pengacara muda diam beberapa lama untuk merumuskan diri. Lalu ia meneruskan ucapannya dengan lebih tenang.

"Aku datang kemari ingin mendengar suaramu. Aku mau berdialog."
"Baik. Mulailah. Berbicaralah sebebas-bebasnya."

"Terima kasih. Begini. Belum lama ini negara menugaskan aku untuk membela seorang penjahat besar, yang sepantasnya mendapat hukuman mati. Pihak keluarga pun datang dengan gembira ke rumahku untuk mengungkapkan kebahagiannya, bahwa pada akhirnya negara cukup adil, karena memberikan seorang pembela kelas satu untuk mereka. Tetapi aku tolak mentah-mentah. Kenapa? Karena aku yakin, negara tidak benar-benar menugaskan aku untuk membelanya. Negara hanya ingin mempertunjukkan sebuah teater spektakuler, bahwa di negeri yang sangat tercela hukumnya ini, sudah ada kebangkitan baru. Penjahat yang paling kejam, sudah diberikan seorang pembela yang perkasa seperti Mike Tyson, itu bukan istilahku, aku pinjam dari apa yang diobral para pengamat keadilan di koran untuk semua sepak-terjangku, sebab aku selalu berhasil memenangkan semua perkara yang aku tangani.

Aku ingin berkata tidak kepada negara, karena pencarian keadilan tak boleh menjadi sebuah teater, tetapi mutlak hanya pencarian keadilan yang kalau perlu dingin danbeku. Tapi negara terus juga mendesak dengan berbagai cara supaya tugas itu aku terima. Di situ aku mulai berpikir. Tak mungkin semua itu tanpa alasan. Lalu aku melakukan investigasi yang mendalam dan kutemukan faktanya. Walhasil, kesimpulanku, negara sudah memainkan sandiwara. Negara ingin menunjukkan kepada rakyat dan dunia, bahwa kejahatan dibela oleh siapa pun, tetap kejahatan. Bila negara tetap dapat menjebloskan bangsat itu sampai ke titik terakhirnya hukuman tembak mati, walaupun sudah dibela oleh tim pembela seperti aku, maka negara akan mendapatkan kemenangan ganda, karena kemenangan itu pastilah kemenangan yang telak dan bersih, karena aku yang menjadi jaminannya. Negara hendak menjadikan aku sebagai pecundang. Dan itulah yang aku tentang.

Negara harusnya percaya bahwa menegakkan keadilan tidak bisa lain harus dengan keadilan yang bersih, sebagaimana yang sudah Anda lakukan selama ini."

Pengacara muda itu berhenti sebentar untuk memberikan waktu pengacara senior itu menyimak. Kemudian ia melanjutkan.

"Tapi aku datang kemari bukan untuk minta pertimbanganmu, apakah keputusanku untuk menolak itu tepat atau tidak. Aku datang kemari karena setelah negara menerima baik penolakanku, bajingan itu sendiri datang ke tempat kediamanku dan meminta dengan hormat supaya aku bersedia untuk membelanya."

"Lalu kamu terima?" potong pengacara tua itu tiba-tiba.
Pengacara muda itu terkejut. Ia menatap pengacara tua itu dengan heran.
"Bagaimana Anda tahu?"

Pengacara tua mengelus jenggotnya dan mengangkat matanya melihat ke tempat yang jauh. Sebentar saja, tapi seakan ia sudah mengarungi jarak ribuan kilometer. Sambil menghela napas kemudian ia berkata: "Sebab aku kenal siapa kamu."

Pengacara muda sekarang menarik napas panjang.
"Ya aku menerimanya, sebab aku seorang profesional. Sebagai seorang pengacara aku tidak bisa menolak siapa pun orangnya yang meminta agar aku melaksanakan kewajibanku sebagai pembela. Sebagai pembela, aku mengabdi kepada mereka yang membutuhkan keahlianku untuk membantu pengadilan menjalankan proses peradilan sehingga tercapai keputusan yang seadil-adilnya."

Pengacara tua mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti.
"Jadi itu yang ingin kamu tanyakan?"
"Antara lain."
"Kalau begitu kau sudah mendapatkan jawabanku."
Pengacara muda tertegun. Ia menatap, mencoba mengetahui apa yang ada di dalam lubuk hati orang tua itu.
"Jadi langkahku sudah benar?"
Orang tua itu kembali mengelus janggutnya.

"Jangan dulu mempersoalkan kebenaran. Tapi kau telah menunjukkan dirimu sebagai profesional. Kau tolak tawaran negara, sebab di balik tawaran itu tidak hanya ada usaha pengejaran pada kebenaran dan penegakan keadilan sebagaimana yang kau kejar dalam profesimu sebagai ahli hukum, tetapi di situ sudah ada tujuan-tujuan politik. Namun, tawaran yang sama dari seorang penjahat, malah kau terima baik, tak peduli orang itu orang yang pantas ditembak mati, karena sebagai profesional kau tak bisa menolak mereka yang minta tolong agar kamu membelanya dari praktik-praktik pengadilan yang kotor untuk menemukan keadilan yang paling tepat. Asal semua itu dilakukannya tanpa ancaman dan tanpa sogokan uang! Kau tidak membelanya karena ketakutan, bukan?"
"Tidak! Sama sekali tidak!"
"Bukan juga karena uang?!"
"Bukan!"
"Lalu karena apa?"
Pengacara muda itu tersenyum.
"Karena aku akan membelanya."
"Supaya dia menang?"

"Tidak ada kemenangan di dalam pemburuan keadilan. Yang ada hanya usaha untuk mendekati apa yang lebih benar. Sebab kebenaran sejati, kebenaran yang paling benar mungkin hanya mimpi kita yang tak akan pernah tercapai. Kalah-menang bukan masalah lagi. Upaya untuk mengejar itu yang paling penting. Demi memuliakan proses itulah, aku menerimanya sebagai klienku."
Pengacara tua termenung.
"Apa jawabanku salah?"
Orang tua itu menggeleng.

"Seperti yang kamu katakan tadi, salah atau benar juga tidak menjadi persoalan. Hanya ada kemungkinan kalau kamu membelanya, kamu akan berhasil keluar sebagai pemenang."

"Jangan meremehkan jaksa-jaksa yang diangkat oleh negara. Aku dengar sebuah tim yang sangat tangguh akan diturunkan."

"Tapi kamu akan menang."
"Perkaranya saja belum mulai, bagaimana bisa tahu aku akan menang."

"Sudah bertahun-tahun aku hidup sebagai pengacara. Keputusan sudah bisa dibaca walaupun sidang belum mulai. Bukan karena materi perkara itu, tetapi karena soal-soal sampingan. Kamu terlalu besar untuk kalah saat ini."

Pengacara muda itu tertawa kecil.
"Itu pujian atau peringatan?"
"Pujian."
"Asal Anda jujur saja."
"Aku jujur."
"Betul?"
"Betul!"

Pengacara muda itu tersenyum dan manggut-manggut. Yang tua memicingkan matanya dan mulai menembak lagi.
"Tapi kamu menerima membela penjahat itu, bukan karena takut, bukan?"

"Bukan! Kenapa mesti takut?!"
"Mereka tidak mengancam kamu?"
"Mengacam bagaimana?"
"Jumlah uang yang terlalu besar, pada akhirnya juga adalah sebuah ancaman. Dia tidak memberikan angka-angka?"

"Tidak."
Pengacara tua itu terkejut.
"Sama sekali tak dibicarakan berapa mereka akan membayarmu?"
"Tidak."
"Wah! Itu tidak profesional!"
Pengacara muda itu tertawa.
"Aku tak pernah mencari uang dari kesusahan orang!"
"Tapi bagaimana kalau dia sampai menang?"
Pengacara muda itu terdiam.
"Bagaimana kalau dia sampai menang?"
"Negara akan mendapat pelajaran penting. Jangan main-main dengan kejahatan!"
"Jadi kamu akan memenangkan perkara itu?"
Pengacara muda itu tak menjawab.
"Berarti ya!"
"Ya. Aku akan memenangkannya dan aku akan menang!"

Orang tua itu terkejut. Ia merebahkan tubuhnya bersandar. Kedua tangannya mengurut dada. Ketika yang muda hendak bicara lagi, ia mengangkat tangannya.

"Tak usah kamu ulangi lagi, bahwa kamu melakukan itu bukan karena takut, bukan karena kamu disogok."
"Betul. Ia minta tolong, tanpa ancaman dan tanpa sogokan. Aku tidak takut."

"Dan kamu menerima tanpa harapan akan mendapatkan balas jasa atau perlindungan balik kelak kalau kamu perlukan, juga bukan karena kamu ingin memburu publikasi dan bintang-bintang penghargaan dari organisasi kemanusiaan di mancanegara yang benci negaramu, bukan?"

"Betul."
"Kalau begitu, pulanglah anak muda. Tak perlu kamu bimbang.

Keputusanmu sudah tepat. Menegakkan hukum selalu dirongrong oleh berbagai tuduhan, seakan-akan kamu sudah memiliki pamrih di luar dari pengejaran keadilan dan kebenaran. Tetapi semua rongrongan itu hanya akan menambah pujian untukmu kelak, kalau kamu mampu terus mendengarkan suara hati nuranimu sebagai penegak hukum yang profesional."

Pengacara muda itu ingin menjawab, tetapi pengacara tua tidak memberikan kesempatan.
"Aku kira tak ada yang perlu dibahas lagi. Sudah jelas. Lebih baik kamu pulang sekarang. Biarkan aku bertemu dengan putraku, sebab aku sudah sangat rindu kepada dia."

Pengacara muda itu jadi amat terharu. Ia berdiri hendak memeluk ayahnya. Tetapi orang tua itu mengangkat tangan dan memperingatkan dengan suara yang serak. Nampaknya sudah lelah dan kesakitan.

"Pulanglah sekarang. Laksanakan tugasmu sebagai seorang profesional."
"Tapi..."

Pengacara tua itu menutupkan matanya, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi. Sekretarisnya yang jelita, kemudian menyelimuti tubuhnya. Setelah itu wanita itu menoleh kepada pengacara muda.
"Maaf, saya kira pertemuan harus diakhiri di sini, Pak. Beliau perlu banyak beristirahat. Selamat malam."

Entah karena luluh oleh senyum di bibir wanita yang memiliki mata yang sangat indah itu, pengacara muda itu tak mampu lagi menolak. Ia memandang sekali lagi orang tua itu dengan segala hormat dan cintanya. Lalu ia mendekatkan mulutnya ke telinga wanita itu, agar suaranya jangan sampai membangunkan orang tua itu dan berbisik.

"Katakan kepada ayahanda, bahwa bukti-bukti yang sempat dikumpulkan oleh negara terlalu sedikit dan lemah. Peradilan ini terlalu tergesa-gesa. Aku akan memenangkan perkara ini dan itu berarti akan membebaskan bajingan yang ditakuti dan dikutuk oleh seluruh rakyat di negeri ini untuk terbang lepas kembali seperti burung di udara. Dan semoga itu akan membuat negeri kita ini menjadi lebih dewasa secepatnya. Kalau tidak, kita akan menjadi bangsa yang lalai."

Apa yang dibisikkan pengacara muda itu kemudian menjadi kenyataan. Dengan gemilang dan mudah ia mempecundangi negara di pengadilan dan memerdekaan kembali raja penjahat itu. Bangsat itu tertawa terkekeh-kekeh. Ia merayakan kemenangannya dengan pesta kembang api semalam suntuk, lalu meloncat ke mancanegara, tak mungkin dijamah lagi. Rakyat pun marah. Mereka terbakar dan mengalir bagai lava panas ke jalanan, menyerbu dengan yel-yel dan poster-poster raksasa. Gedung pengadilan diserbu dan dibakar. Hakimnya diburu-buru. Pengacara muda itu diculik, disiksa dan akhirnya baru dikembalikan sesudah jadi mayat. Tetapi itu pun belum cukup. Rakyat terus mengaum dan hendak menggulingkan pemerintahan yang sah.

Pengacara tua itu terpagut di kursi rodanya. Sementara sekretaris jelitanya membacakan berita-berita keganasan yang merebak di seluruh wilayah negara dengan suaranya yang empuk, air mata menetes di pipi pengacara besar itu.

"Setelah kau datang sebagai seorang pengacara muda yang gemilang dan meminta aku berbicara sebagai profesional, anakku," rintihnya dengan amat sedih, "Aku terus membuka pintu dan mengharapkan kau datang lagi kepadaku sebagai seorang putra. Bukankah sudah aku ingatkan, aku rindu kepada putraku. Lupakah kamu bahwa kamu bukan saja seorang profesional, tetapi juga seorang putra dari ayahmu. Tak inginkah kau mendengar apa kata seorang ayah kepada putranya, kalau berhadapan dengan sebuah perkara, di mana seorang penjahat besar yang terbebaskan akan menyulut peradilan rakyat seperti bencana yang melanda negeri kita sekarang ini?" ***

Cirendeu 1-3-03

Thursday, June 3, 2010

perbedaan pasar modern dan pasar tradisional

Perbedaan Pasar Tradisional Dan Pasar Modern

Pasar adalah area tempat jual beli dengan jumlah penjual lebih dari satu baik yang disebut sebagai pusat perbelanjaan, pasar tradisional, pertokoan, mall, plasa, pusat perdagangan maupun sebutan lainnya. Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, Swasta, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko, kios, dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil, menengah, swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil, modal kecil, dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar. Pusat Perbelanjaan adalah suatu area tertantu yang terdiri dari satu atau beberapa bangunan yang didirikan secara vertical maupun horizontal, yang dijual atau disewakan kepada pelaku usaha atau dikelola sendiri untuk melakukan kegiatan perdagangan barang. Pasar Modern adalah pasar dengan sistem pelayanan mandiri, menjual berbagai jenis barang secara eceran yang berbentuk Minimarket, Supermarket, Departemen Store, Hypermarket ataupun grosir yang berbentuk perkulakan. Banyak para penelitian dan kajian dilakukan secara praktisi, dan secara akademisi. Pemerintah pun terus melakukan pendalaman mengenai sistem perdagangan untuk tata pasar khususnya pasar tradisional dan modern. Para konsumen pun dapat memilih dan membandingkan antara pasar tradisonal Dan pasar modern. Yang dimana pasar tadisional yang tata letaknya cenderung kumuh, kotor, lahan parkir yang tak tertata, dan keamanan pasar yang tidak terjamin. Walaupun dengan kondisi dari pasar tradisional yang tidak bagus dan tidak terlalu nyaman, tetapi dalam harga penawaran dan permintaannya dapat teratasi dengan mudah dan cepat. Kondisi ini pun terbalik dengan pasar modern, dimana pasar modern yang tata letaknya tempat yang bersih, dijaga keamanan yang memadai, tata produk/komoditi yang terklasifikasi, manajemen yang terstruktur dalam pola perlakukan professional dan tata letak parkirnya pun tertata. Dan pokok dari permasalahannya itu pun pertama, bagaimana cara membuat pasar tradisional yang kesehatannya pun memadai (secara hygienis, bersih dan rapih), tingkat keamanannya harus terjamin, tingkat tata letak pengolahan saat berdagang tersusun rapi, tingkat kebersihannya terjamin. Persaingan perdagangan retail yang bermain yang menjual mata dagangan yang sama, yaitu seperti kebutuhan sehari-hari dimana komoditas tersebut sesungguhnya menjadi bagian dari kesulitan pasar tradisional untuk meraih pasar. Walaupun dengan harga yang cukup minim dibilang, para distributorpun harus memikirkan juga kenyamanan para konsumen. Sepaertinya juga para konsumen ingin sekali para pemerintah manata pasar tersebut menjadi apa yang telah kita sebutkan diatas tadi. Sekarang pun para konsumen sudah tidak khawatir lagi, Presiden RI yaitu Susilo Bambang Yudhoyono sudah mentandatangani Peraturan Presiden No. 112/2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Pasar Modern pada 27 Desember 2007.
di 02:48
Diposkan oleh Talita puff_girl

manfaat dari kebijakan pajak

BBM, Pajak Keuntungan Ekstra Print E-mail
There are no translations available

DIDIK J RACHBINI

Dampak kenaikan harga minyak pada Indonesia dan negara penghasil minyak lainnya amat berbeda. Perbedaan itu bersifat terbalik. Bagi negara penghasil minyak lainnya, kenaikan harga minyak berdampak positif, bahkan menimbulkan efek keuntungan ekstra besar. Sementara bagi Indonesia, kenaikan harga minyak berdampak negatif dan merisaukan masyarakat, khususnya golongan masyarakat bawah.

Bagi Indonesia, amat luas dampak kenaikan harga minyak, terutama pada harga-harga barang lainnya. Golongan masyarakat bawah terkena dampak paling berat, berpotensi menimbulkan kisruh sosial jika tidak diimbangi kebijakan, yang mendinginkan. Kebijakan subsidi langsung sedikit banyak meredam gejolak sosial, kecuali keresahan yang terbatas pada kalangan menengah mahasiswa.

Manfaatkan momentum krisis BBM

Meski berstatus produsen, Indonesia berbeda dengan negara OPEC lainnya. Negeri ini tidak menikmati keuntungan ekstra dari kenaikan harga minyak saat ini. Penyebabnya, tidak lain karena produksinya lebih kecil, tidak mencukupi dibandingkan tingkat konsumsinya. Selain itu, kebijakan energi juga salah kaprah. Dengan demikian, kenaikan harga minyak berdampak negatif terhadap masyarakat.

Meski demikian, peluang untuk mengurangi dampak negatif bisa ditekan. Pertama, kondisi krisis harus dijadikan kesempatan untuk melakukan efisiensi pada level korporasi, seperti Pertamina dan efisiensi energi pada tingkat rumah tangga masyarakat melalui kampanye luas. Krisis minyak selayaknya dijadikan momentum untuk memperbaiki kebijakan energi.

Kedua, usaha pemerintah memberantas perburuan rente ekonomi minyak dari hulu sampai hilir agar lebih efisien. Perburuan rente ekonomi tidak hanya di hulu, tetapi juga di hilir dan di luar, seperti kolusi mesin-mesin pembangkit listrik, yang menyebabkan ketergantungan pada minyak. Akhirnya konsumsi minyak dan peningkatan subsidi diperparah subsidi listrik, yang tidak efisien karena pembangkitan berbasis BBM.

Selain itu, kebijakan pajak keuntungan ekstra dapat diberlakukan kepada perusahaan minyak. Jelas harga produknya meningkat pesat karena faktor eksternal sehingga keuntungan ekstra kian banyak diperoleh. Peningkatan kinerja keuangan seperti ini otomatis akan berdampak pada pembayaran pajaknya.

Pajak ”keuntungan ekstra”

Pajak keuntungan ekstra (windfall profits tax) adalah pajak yang harus dikenakan pada industri atau kumpulan perusahaan akibat kenaikan harga produknya, yang menambah pendapatan dan keuntungan perusahaan. Kenaikan harga produk yang amat tinggi dan berlipat berimplikasi pada keuntungan. Contoh yang sudah dijalankan adalah pajak keuntungan ekstra atas minyak (crude oil winfall profit tax), yang perdebatan legislasinya sudah mulai sejak awal 1980-an di Amerika Serikat.

Semula, pajak keuntungan ekstra bukan dimaksudkan atau terkait langsung keuntungan, tetapi terkait pajak tambahan yang dikenakan pada tiap barrel produksi minyak domestik. Namun, dengan kenaikan harga minyak yang terjadi kini, pajak keuntungan ekstra menjadi pendapatan tambahan bagi negara.

Pajak tambahan dari keuntungan ekstra ini ditarik saat pertama kali produk minyak mentah itu dijual oleh produsen ke pengolah (refinery). Pengolah diwajibkan negara untuk menahan pajak yang dikenakan sebelum dibayarkan kepada produsen minyak mentah. Pajak keuntungan ekstra ini dijalankan pada waktu khusus seperti sekarang, saat harga minyak naik, guna menambah pendapatan negara.

Agar sistem pajak keuntungan ekstra ini kuat, diperlukan legislasi yang disusun bersama antara presiden dan DPR. Prinsipnya fleksibel karena kenaikan harga juga tidak akan berlangsung terus. Negara-negara yang melaksanakan pajak keuntungan ekstra ini memberlakukan hanya dalam waktu 3-4 tahun.

Sudah beberapa tahun terakhir ini negara maju yang memiliki sumber minyak dan perusahaan minyak, seperti di AS dan Rusia, melihat keuntungan ekstra berbagai perusahaan minyak amat besar saat harga minyak meningkat. Pada tahun 2005, keuntungan kolektif berbagai perusahaan minyak itu diperkirakan mencapai sekitar 100 miliar dollar AS.

Masyarakat dan parlemen memerhatikan fenomena kenaikan harga minyak, lalu mengajukan legislasi agar penarikan pajak baru dari keuntungan ekstra dapat dilakukan. Itu berarti tambahan pendapatan bagi negara karena pembayaran pajak baru meningkat.

Sebenarnya, legislasi yang mengincar pajak berbagai perusahaan minyak AS sudah dimulai sejak tahun 1980-an. Saat itu harga minyak juga meningkat akibat embargo negara-negara arab.

Usaha kebijakan peningkatan pajak seperti ini wajar dilakukan pemerintah dan parlemen. Namun, keuntungan ekstra karena kenaikan harga minyak yang pesat ini harus dimanfaatkan negara untuk meringankan beban rakyat.

Batu bara, CPO, dan lainnya

Selain pada BBM, fenomena peningkatan harga juga terjadi pada batu bara, gas, hasil tambang lain, dan lainnya. Minyak kelapa sawit adalah contoh produk yang mengalami peningkatan harga amat pesat di pasar internasional. Karena itu, perusahaan yang mengelola selain minyak juga mendapat keuntungan ekstra. Tentu saja pajak dari berbagai perusahaan itu meningkat pesat sejalan peningkatan harga jual produknya.

Pajak keuntungan ekstra ini juga berlaku untuk berbagai perusahaan yang mengelola hasil tambang seperti batu bara. Untuk perusahaan pengelola sumber daya alam yang sudah go public, itu tercermin pada perkembangan harga sahamnya, yang menunjukkan keuntungan amat besar. Jadi, pemerintah wajib mengelola peluang pajak ini secara cermat.

Pajak keuntungan ekstra juga bisa diberlakukan untuk komoditas pangan, yang juga mengalami peningkatan pesat. Komoditas itu antara lain minyak kelapa sawit. Berbagai perusahaan penghasil minyak kelapa sawit disiasati dengan pajak lain, yakni pajak ekspor yang tinggi. Kebijakan progresif seperti ini perlu dijalankan untuk menarik manfaat dari kenaikan harga produk di pasar internasional, selain untuk melindungi konsumen dalam negeri.

Didik J Rachbini Ekonom
Sumber: Kompas Cetak, cetak.kompas.com

Monday, March 22, 2010

LANDASAN TEORETIS

LANDASAN TEORETIS

A. Pengertian Manajemen Pemasaran

1. Definisi Pemasaran
Istilah pemasaran dalam bahasa inggris dikenal dengan nama marketing. Kata marketing ini sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia dan diterjemahkan dengan istilah pemasaran. Pemasaran merupakan kegiatan memasaarkan barang dan jasa yang ada di dalam masyarakat dan perusahaan.
Pemasaran merupakan salah satu kegiatan didalam perekonomian yang meliputi segala macam usaha yang berhubungan dengan produksi dan konsumsi. Jadi pemasaran merupakan suatu factor yang penting dalam suatu kegiatan awal dan akhir dengan kebutuhan konsumen. Maka pengertian pemasaran itu sendiri menjadi sangat luas dan dinamis sifatnya, ini dikarenakan pemasaran adalah suatu usaha berpindahnya barang dari titik produsen ke titik konsumen.
Pemasaran bukan semata-mata mengenai jual dan beli saja, tetapi juga meliputi segala macam persiapan dan penyediaan dari segala sesuatu yang bersangkutan dengan berpindahnya barang dan jasa. Jadi pemasaran memiliki tugas memberikan saran di dalam kegiatan produksi mulai dari perencanaan hingga bertanggung jawab atas barang dan jasa setelah penjualan (pelayanan purna jual).
Dalam bukunya yang berjudul Manajemen Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kolompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan menukar produk yang bernilai satu sama lain (2002;9).
Sedangkan definisi menurut William J. Staton, pemasaran merupakan suatu sistwm keseluruhan kegiatan usaha yang ditunjukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, serta mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli (2000;6).
Tujuan pemasaran adalah untuk mengetahui dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk dan jasa itu cocok dengan pelanggan. Idealnya, pemasaran hendaknya menghasilkan seorang pelanggan yang siap untuk membeli. Semua yang dibutuhkan selanjutnya adalah menyediakan produk atau jasa itu.

2. konsep Pemasaran
konsep pemasaran menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasional yang ditetapkan adalah perusahaan tersebut harus menjadi lebih efektif dibandingkan dengan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang terpilih.

Theodore Levit dari universitas Harvard, Amerika Serikat, menggambarkan perbedaan pemikiran yang kontras antara konsep penjualan dengan pemaran:
Penjualan berfokus pada kebutuhan penjual; pemasaran berfokus pada kebutuhan pembeli. Penjualan memberi perhatian lebih kepada kebutuhan penjual untuk mengubah produknya menjadi uang tunai; pemasaran mempunyai gagasan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan lewat sarana-sarana produk dan keseluruhan kolompok barang yang dihubungkan dengan hal menciptakan, menyerahkan, dan akhirnya mengkonsumsinya.

B. Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran. McCarthy mengklasifikasikan alat-alat itu menjadi 4 kelompok yang luas yang disebut dengan 4 P dalam pemasaran: produk (product), harga (price), tempat (place), dan promosi (promotion).
Secara ringkas, masing-masing variable bauran pemasaran ini dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Produk
Produk merupakan titik sentral dari kegiatan pemasaran. Produk ini dapat berupa barang atau jasa yang memenuhi kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Produk adalah segala sesuatu (meliputi objek fisik, jasa, tempat, organisasi, gagasan, ataupun pribadi) yang ditawarkan kepada konsumen untuk dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan dan keinginan.
2. Harga
Harga adalah nilai pertukaran atas manfaat produk (bagi produsen maupun konsumen) yang dinyatakan dalam satuan moneter (rupiah,dollar, poundsterling, euro, dsb). Sehingga harga merupakan jumlah unag yang harus konsumen bayarkan untuk mendapatkan suatu produk.
Harga meliputi: daftar harga, rabat/diskon, potongan harga khusus, periode pembayaran, dan syarat kredit.
3. Tempat
Tempat atau saluran distribusi adalah saluran yang digunakan kegiatan pemasaran untuk memperlancar serta mempermudah penyampaian produk atau jasa dari produsen ke konsumen. Tempat atau saluran distribusi yang efektif akan memperlancar akses atau arus barang sehingga konsumen mendapat kemudahan dalam memperoleh barang atau jasa tersebut.
Tempat meliputi: saluran pemasaran, cakupan pasar, pengelompokan, lokasi, persediaan, dan transportasi.
4. Promosi
Promosi merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk memperkenalkan produk dan bertujuan agar konsumen tertarik untuk membelinya.
Promosi meliputi: promosi penjualan, periklanan, tenaga penjualan, kehumasan/public relation), dan pemasaran langsung.

C. Promosi

Dalam bukunya yang berjudul Manajemen Pemasaran, Philip Kotler menyebutkan bahwa promosi adalah salah satu alat marketing mix yang peranannya menyangkut mengadakan komunikasi terhadap konsumen yang sifatnya membujuk (2002;638).

Sedangkan menurut Fandy Tjitono dalam bukunya yang berjudul Strategi Pemasaran, mengatakan bahwa promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran (2001;21).

Total anggaran promosi yang telah disusun, kemudian dialokasikan untuk penggunaan alat promosi seperti iklan, promosi penjualan, penjualan langsung, kehumasan, dan tenaga penjualan. Dalam industri yang sama, tiap perusahaan mempunyai alokasi anggaran yang berbeda.

Karakteristik dari tiap alat-alat promosi:
• Iklan (advertising): presentasi untuk umum, dapat diserap dengan baik karena diulang beberapa kali, kesempatan yang lebih baik untuk memberikan ‘arti’ produk dengan mendramatisir cetakan, suara, warna, dan bertipe impersonality (hanya menolong, bukan dialog).
• Promosi penjualan : menyampaikan informasi lewat komunikasi, memberikan insentif untuk konsumen, dan mengajak atau mengundang konsumen untuk melakukan transaksi saat itu juga.
• Penjualan langsung : melalui surat langsung (telemarketing, electronic marketing,dll), no. publik atau hanya untuk orang tertentu saja, mengikuti kebiasaan konsumen, dan selalu up-to-date.
• Kehumasan : memiliki kepercayaan yang tinggi, mencapai prospek yang lebih baik dari iklan dan tenaga kerja penjual (offguard), dan ada efek dramatisasi.
• Tenaga penjual : paling efektif, terutama untuk membangun preferensi, memberi keyakinan dan tindakan konfrontasi secara personal, serta menanamkan kesan yang ada dalam di hati konsumen, sehingga ada respon langsung dari konsumen

D. Saluran Ditribusi

1. Definisi Saluran Distribusi

Dalam memasarkan produknya atau memasarkan produknya atau memasarkan produknya ke konsumen, produsen dapat melaksanakan dengan berbagai cara. Ada yang langsung tanpa menggunakan perantara, ada juga yang menggunakan lembaga perantara.

Philip Kotler dalam bukunya yang berjudul Manajemen Pemasaran menyebutkan bahwa perantara (middleman) merupakan perusahaan yang mengkhususkan pelaksanaan beraneka kegiatan atau jasa-jasa yang langsung berkaitan dengan pembelian dan atau penjualan barang dalam proses pemindahan dari produsen ke konsumen (2002;175).

Jadi kegiatan saluran distribusi dititikberatkan kepada lembaga penyalurnya untuk menyalurkan dan menyampaikan barang-barang atau jasa-jasa dari produsen ke konsumen. Jadi yang disebut penyalur misalnya agen, grosir, retailer, dan sebagainya.

2. Tipe-tipe Saluran Distribusi
• Saluran nol tingkat (zero-level channel)
Bentuk saluran distribusi ini merupakan saluran yang terpendek dalam perdagangan, yaitu dimana produsen secara langsung menjual produknya ke konsumen akhir.
Produsen Konsumen
• Saluran satu tingkat (one-level channel)
Bentuk ini menggunakan satu pedagang perantara untuk menyalurkan produknya, yaitu pengecer. Biasanya pengecer lebih mengetahui keinginan konsumen, karena sehari-harinya berhubungan dengan konsumen.
Produsen Pengencer Konsumen
• Saluran dua tingkat (two-level channel)
Bentuk saluran distribusi ini terdiri dari dua tingkat pedagang perantara, yaitu pedagang besar dan pedagang eceran dalam menyalurkan produknya ke konsumen.
Produsen Pedagang besar Pengecer Konsumen
• Saluran tiga tingkat
Bentuk saluran distribusi ini menyalurkan produknya dari produsen ke konsumen
Menggunakan tiga perantara, yaitu pedagang besar, jobber, pengecer dan konsumen. Dalam hal ini jobber membeli dari pedagang besar dan menjualnya kembali ke pengecer.
produsen pedagang besar Jobber pengecer Konsumen

3. faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Saluran Distribusi
a. Pertimbangan Pasar
Meliputi konsumen atau pasar Industri, jumlah pembeli potensial, konsentrasi pasar secara geografis, jumlah pesanan, dan kebiasaan dalam pesanan.
b. Pertimbangan Pasar
Meliputi nilai unit, besar dan berat barang, mudah rusaknya barang, nilai sifat teknis, barang standard an pesanan, dan luasnya garis produk.
c. Pertimbangan perusahaan
Meliputi sumber pembelanjaan, pengalaman, dan kemampuan manajemen, pengawasan saluran, dan pelayanan yang diberikan oleh penjual.
d. Pertimbangan perantara
Meliputi pelayanan yang diberikan oleh perantara,kegunaan perantara, sikap perantara terhadap kebijaksanaan produsen, dan ongkos transportasi.

E. Hubungan Promosi dan Saluran Distribusi Terhadap Peningkatan Penjualan
Kegiatan promosi yang dilakukan oleh perusahaan sangat mempengaruhi peningkatan penjualan, jika perusahaan tidak memfokuskan diri dalam mempromosikan produknya, maka tingkat penjualan yang diharapkan oleh perusahaan sangat sulit untuk dicapai. Namun jika perusahaan melaksanakan kegiatan promosi secara efektif dan tepat sasaran sehingga produk yang dipasarkan dapt segera mencapai konsumen, maka tingkat penjualan pun akan meningkat.

Setelah melakukan kegiatan promosi, langkah selanjutnya adalah menyampaikan produk tersebut kepada konsumen. Pemilihan saaluran distribusi yang tepat dapat meningkatkan penjualan sesuai dengan target yang diinginkan oleh perusahaan.

Maka dapat diambil kesimpulan bahwa kegiatan promosi dan pemilihan saluran distribusi erat kaitannya dalam usaha perusahaan meningkatkan penjualannya.